12 tradisi unik Lebaran ke bervariasi wilayah Indonesi

Ibukota – Lebaran dalam Indonesi tidak ada hanya saja bermetamorfosis menjadi momen untuk bersilaturahmi dan juga saling memaafkan, tetapi juga diwarnai dengan berubah-ubah tradisi unik ke masing-masing daerah.
Setiap tempat memiliki cara tersendiri di merayakan hari kemenangan ini, sebagai cerminan dari kekayaan budaya yang dimaksud ada dalam Nusantara. Berikut adalah 12 tradisi unik Lebaran di berubah-ubah tempat di Indonesia:
1. Meugang – Aceh
Di Aceh, tradisi Meugang dikerjakan mendekati Idul Fitri dengan membeli serta memasak daging sebagai hidangan utama. Tradisi ini berubah menjadi bentuk hadiah bagi diri sendiri lalu keluarga pasca berpuasa selama sebulan penuh.
Selain itu, penduduk juga berbagi makanan dengan tetangga serta kerabat untuk mempererat tali silaturahmi. Meugang juga bermetamorfosis menjadi turnamen berbagi dengan kaum dhuafa agar semua lapisan rakyat dapat merasakan kebahagiaan menjauhi hari raya.
2. Grebeg Syawal – Yogyakarta
Grebeg Syawal merupakan tradisi dari Keraton Yogyakarta yang mana dijalankan setiap 1 Syawal atau tepat pada Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini sudah ada sejak abad ke-16 sebagai wujud rasa syukur pasca menyeberangi bulan Ramadan.
Acara ini ditandai dengan arak-arakan tujuh gunungan hasil bumi juga makanan yang dimaksud akan diperebutkan oleh komunitas setelahnya didoakan. Gunungan ini mencerminkan simbol kemakmuran lalu berbagi rezeki untuk masyarakat.
3. Perang Topat – Lombok, Nusa Tenggara Barat
Di Lombok, NTB, ada tradisi Perang Topat atau “perang ketupat” yang mana melambangkan kerukunan antara umat Hindu serta Islam. Tradisi ini diawali dengan doa juga ziarah pada makam-makam leluhur sebelum rakyat mulai saling melempar ketupat pada suasana penuh kegembiraan. Ketupat yang digunakan digunakan pada pertempuran ini dipercaya menyebabkan berkah juga kesuburan.
4. Pawai Pengon – Jember
Pada hari ke-7 Syawal, komunitas Jember mengadakan Pawai Pengon, di mana gerobak yang tersebut dihiasi janur warna kekuningan ditarik oleh dua ekor sapi mengelilingi desa.
Setiap gerobak menghadirkan ketupat kemudian hasil bumi sebagai simbol keberkahan. Pawai ini berubah menjadi turnamen kebersamaan dan juga rasa syukur masyarakat pasca menjalani ibadah Ramadan.
5. Ngejot – Bali
Di Bali, umat Muslim dan juga Hindu saling berbagi makanan pada tradisi Ngejot. Makanan khas Lebaran seperti ketupat dan juga opor, dan juga hidangan khas Bali dibagikan untuk tetangga sebagai simbol kerukunan juga keharmonisan antar umat beragama.
6. Ronjok Sayak – Bengkulu
Ronjok Sayak adalah tradisi membakar batok kelapa yang tersebut ditumpuk hingga setinggi satu meter. Tradisi ini sudah ada sejak banyak tahun sesudah itu dan juga diyakini sebagai cara untuk mengomunikasikan dengan leluhur.
Pelaksanaan tradisi ini diwujudkan setelahnya salat Isya pada 1 Syawal, dengan suasana khidmat kemudian penuh doa.
7. Binarundak – Sulawesi Utara
Komunitas Motoboi Besar, Sulawesi Utara, miliki tradisi Binarundak, yaitu memasak nasi jaha secara bersama-sama selama tiga hari setelahnya Lebaran.
Nasi jaha yang mana terbuat dari beras juga santan dimasak pada batang bambu, sehingga memunculkan cita rasa yang tersebut khas. Tradisi ini berubah menjadi sarana silaturahmi dan juga bentuk rasa syukur terhadap Allah SWT.
8. Festival Meriam Karbit – Kalimantan Barat
Festival Meriam Karbit pada Kalimantan Barat berubah jadi perayaan khas yang tersebut ditandai dengan pernyataan meriam berbahan karbit. Festival ini berlangsung selama tiga hari kemudian menjadi simbol keberanian dan juga kebersamaan masyarakat. Tradisi ini juga miliki nilai historis lantaran berkaitan dengan sejarah berdirinya Perkotaan Pontianak.
9. Ngadongkapkeun – Banten
Di Banten, tradisi Ngadongkapkeun merupakan sungkeman untuk penduduk yang lebih tinggi tua sebagai bentuk penghargaan juga rasa syukur. Dalam tradisi ini, rakyat saling mendoakan serta memohon restu agar diberikan keberkahan pada kehidupan.
10. Perang Ketupat – Kudus, Jawa Tengah
Di Kudus, terdapat tradisi Perang Ketupat yang mana diadakan sebagai bagian dari perayaan Lebaran Ketupat, seminggu pasca Idul Fitri. Publik saling melempar ketupat sebagai simbol saling memaafkan dan juga membersihkan diri dari kesalahan. Tradisi ini juga berubah jadi daya tarik wisata yang dimaksud mendebarkan banyak pengunjung.
11. Baraan – Sumatera Selatan
Di Palembang serta beberapa tempat di dalam Sumatera Selatan, ada tradisi Baraan, yaitu kegiatan berkeliling kampung untuk bersilaturahmi secara berkelompok. Biasanya, kelompok ini terdiri dari pemuda-pemudi yang menghampiri rumah warga untuk saling bermaafan lalu menikmati hidangan Lebaran. Tradisi ini mempererat hubungan antar warga lalu menambah semarak suasana Lebaran.
12. Makan Bajamba – Minangkabau, Sumatera Barat
Di Minangkabau, tradisi Makan Bajamba atau makan bersatu sangat kental. Makanan dihidangkan di wadah besar dan juga dinikmati bersatu oleh seluruh anggota keluarga atau masyarakat. Tradisi ini melambangkan kebersamaan, kesetaraan, kemudian rasa syukur melawan nikmat yang tersebut diberikan.
Tradisi Lebaran pada Indonesi sangat beragam dan juga mencerminkan kekayaan budaya juga nilai kebersamaan yang dijunjung besar oleh masyarakat. Dari Meugang di Aceh hingga Makan Bajamba di Minangkabau, setiap tradisi mempunyai makna mendalam yang mempererat hubungan sosial kemudian menambah keistimewaan perayaan Idul Fitri dalam Nusantara.
Artikel ini disadur dari 12 tradisi unik Lebaran di berbagai daerah Indonesia






