Alasan Komisioner KPK Nawawi Pomolango juga Alexander Marwata Tak Daftar Capim KPK
Jakarta – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sementara Nawawi Pomolango kemudian Wakil Ketua KPK Alexander Marwata memutuskan untuk tiada kembali mendaftar di seleksi Calon Pimpinan atau Capim KPK periode 2024-2029. Lantas apa yang tersebut bermetamorfosis menjadi alasan bagi kedua pimpinan KPK periode 2019-2024 ini?
Alasan Nawawi Pomolango tidak ada kembali daftar Capim KPK
Nawawi Pomolango diangkat sebagai Ketua KPK Sementara pada Jumat, 24 November 2023 pasca Ketua KPK Firli Bahuri diberhentikan sementara oleh Presiden Jokowi. Kendati ketika ini mengemban tugas yang ditinggalkan Firli Bahuri, hal itu tampaknya tak memproduksi pihaknya ingin terus berkarier dalam KPK.
Nawawi mengutarakan dirinya tidaklah akan kembali mendaftar di seleksi Capim KPK periode 2024-2029. Pihaknya mengungkapkan, ada terlalu sejumlah persoalan yang mana harus diselesaikan di komisi antirasuah, namun tidak ada menjelaskan tambahan lanjut mengenai persoalan apa yang digunakan dimaksud.
“Saya bukan ikutan lagi mendaftarkan diri,” kata Nawawi ketika dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 15 Juli 2024. “Terlalu berbagai ‘persoalan’ di dalam lembaga ini, juga itu bukanlah cuma masalah pimpinan.”
Alasan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata tidak ada kembali daftar Capim KPK
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengaku tak mau kembali mendaftar sebagai Capim KPK kendati dua petinggi KPK lainnya yakni Nurul Ghufron juga Johanis Tanak kembali mendaftar. Pria berumur 67 tahun itu mengaku lelah berubah menjadi pimpinan KPK. Dia akan menjalani masa pensiun pasca masa pimpinan KPK periode 2019-2024 selesai.
“Sangat (lelah),” kata Alex untuk wartawan, Senin, 15 Juli 2024.
Alex menjelaskan, KPK seharusnya berubah menjadi supervisi untuk semua penanganan perkara korupsi meskipun penyidikannya dijalankan oleh aparat penegak hukum lainnya seperti Polri serta Kejaksaan. Menurutnya, pemberantasan korupsi tidaklah akan terwujud tanpa tidaklah dilandasi political will dan juga dukungan dari pimpinan tertinggi negeri.
“Jangan bermimpi pemberantasan korupsi berhasil jikalau tidaklah dilandasi political will dan dukungan dari pimpinan tertinggi negeri,” kata dia.
HENDRIK KHOIRUL MUHID | BAGUS PRIBADI
Artikel ini disadur dari Alasan Komisioner KPK Nawawi Pomolango dan Alexander Marwata Tak Daftar Capim KPK





