Alasan Sebenarnya Pangeran William Tidak Mau Maafkan Harry, Berkaitan dengan Kate Middleton

INGGRIS – Alasan sebenarnya Pangeran William bukan mau memaafkan Pangeran Harry akhirnya terungkap. Seorang teman menyampaikan bahwa konflik mereka yang mana terus berlarut berkaitan dengan istri William, Kate Middleton .
Hubungan antara Pangeran Harry dan juga Pangeran William dilaporkan berada pada titik terendah pada waktu ini, dengan satu alasan utama yang tersebut menjadi pemicu perseteruan mereka. Ketegangan pun meningkat setelahnya Harry meninggalkan Kerajaan Inggris dan juga memulai hidup baru di tempat Amerika.
Konflik William dan juga Harry diperburuk oleh memoar suami Meghan Markle itu, Spare, dan juga dokumenter Netflix serta wawancara televisi lainnya. Pangeran 39 tahun itu bahkan tidaklah menemui William atau ayah mereka, Raja Charles III pada waktu berada dalam London pada Mei untuk acara Invictus Games.
Dilansir dari Mirror, Rabu (21/8/2024), padahal pada waktu Charles kemudian Kate berada dalam berjuang melawan kanker. Kondisi ini menghasilkan kedua Keluarga Kerajaan itu harus menjalani perawatan kemampuan fisik juga menghurangi beberapa kegiatan kerajaan mereka.

Foto/People
Di sisi lain, perseteruan putra bungsu Raja Charles III dan juga mendiang Putri Diana ini dengan Kementerian Dalam Negeri mengenai keamanan keluarganya pada Inggris juga menjadi sumber ketegangan antara ia lalu Charles. Namun, permasalahan terbesar yang diklaim sebagai inti keretakan dengan William adalah komentar-komentar Harry tentang Kate Middleton pada memoarnya.
Calon Raja Inggris itu dikabarkan tiada kemungkinan besar memaafkan adiknya di waktu dekat. Terutama lantaran pernyataan Harry yang tersebut menyampaikan Kate bersikap dingin terhadap Meghan.
“William tak mungkin saja memaafkan Harry pada waktu dekat melawan penghinaannya terhadap Kate dalam Spare, di tempat antaranya anggapan bahwa Kate bersikap dingin terhadap Meghan. Orang-orang yang dimaksud dekat dengan William menyatakan bahwa saudaranya jarang muncul di percakapan,” kata The Sunday Times.






