Software & Hardware

AMD Perkenalkan Helion, Rancangan Infrastruktur Terbuka untuk Menjalankan Agen AI

AMD memperkenalkan Helion pada 12 Oktober 2026 sebagai rancangan infrastruktur komputasi terbuka yang dikembangkan khusus untuk mendukung kebutuhan agen kecerdasan buatan atau agentic AI. Teknologi ini menawarkan pendekatan berbeda dalam pengelolaan pusat data dengan menggabungkan prosesor AMD EPYC, akselerator AMD Instinct, serta sistem pengaturan beban kerja AI dalam satu platform fleksibel. Berbasis standar Open Compute Project, Helion memungkinkan perusahaan menyesuaikan kapasitas komputasi berdasarkan kebutuhan aplikasi, konsumsi energi, dan anggaran operasional. Kehadirannya memperlihatkan meningkatnya kebutuhan infrastruktur yang mampu menjalankan banyak agen AI secara bersamaan tanpa mengandalkan satu konfigurasi perangkat keras untuk semua pekerjaan.

Inovasi Teknologi AMD Helion untuk Komputasi Kecerdasan Buatan

Platform AMD Helion diperkenalkan sebagai desain acuan pusat data berbasis perangkat keras terbuka dengan kemampuan menyesuaikan sumber daya komputasi. Dibandingkan solusi perangkat keras dengan konfigurasi tertutup, Helion menyediakan pedoman integrasi komponen dalam satu rak. Rancangan infrastruktur ini dikembangkan untuk mendukung perangkat lunak AI otonom. Istilah agentic AI menggambarkan perangkat lunak cerdas yang mengelola tahapan pekerjaan berdasarkan instruksi. Berkat rancangan yang dapat disesuaikan, operator pusat data memiliki alternatif konfigurasi yang lebih luas.

Pengembangan Helion menjadi bagian dari pengembangan ekosistem perangkat keras terbuka. Sebelumnya, AMD memiliki platform Helios yang berfokus pada pemrosesan AI berkapasitas tinggi. Helion dan Helios dikembangkan untuk karakter beban kerja yang tidak sama. Rancangan Helios mengutamakan sistem GPU untuk beban kerja model AI besar. Pada sisi lain, Helion difokuskan untuk mengelola banyak agen dengan pola komputasi beragam. Pemisahan fungsi ini memungkinkan AMD menawarkan pilihan yang lebih spesifik. Melalui strategi ini, Helion bukan sekadar pengganti Helios dalam infrastruktur AI perusahaan modern.

Teknologi Prosesor dan Akselerator pada Platform AMD Helion

Fitur menonjol dari infrastruktur terbaru AMD adalah fleksibilitas dalam menggabungkan prosesor dan akselerator. Melalui rancangan referensi ini, perusahaan menghadirkan konfigurasi khusus CPU dan konfigurasi gabungan CPU serta GPU. Untuk pemrosesan utama, Helion memanfaatkan CPU EPYC 9006 berbasis arsitektur Zen 6. Komponen komputasi utama tersebut mendukung aktivitas server dengan kebutuhan inti CPU tinggi. Pada konfigurasi tertentu, Helion menawarkan kapasitas maksimal 32.768 inti prosesor. Jumlah tersebut menunjukkan kepadatan inti yang dapat dicapai rancangan. Namun demikian, tidak setiap instalasi menggunakan jumlah inti tertinggi.

Untuk pekerjaan yang membutuhkan akselerasi, Helion menyediakan pilihan kartu pemrosesan AI AMD Instinct MI350P. Pada rancangan untuk perusahaan, tersedia dukungan sampai 16 GPU MI350P. Akselerator tersebut digunakan untuk menangani pekerjaan kecerdasan buatan tertentu. Pada kebutuhan pendukung, node tambahan digunakan untuk layanan pendukung aplikasi AI. Dalam spesifikasi rancangannya, perusahaan menyebutkan dukungan jaringan dengan angka maksimum 102 Tbps. Kemampuan tersebut mendukung pertukaran data antarbagian sistem. Namun perlu diperhatikan, hasil pemrosesan nyata dipengaruhi perangkat lunak dan karakter beban kerja.

Cara AMD Menyesuaikan Infrastruktur dengan Kebutuhan Agen AI

Dalam rancangan penggunaannya, AMD membedakan Helion menjadi sistem untuk pusat data skala sangat besar serta perusahaan. Pilihan untuk penyedia layanan berskala besar mengutamakan susunan CPU berkapasitas tinggi. Desain yang menekankan CPU ini dirancang agar jumlah agen per watt dapat ditingkatkan. Dalam pusat data dengan jumlah agen sangat besar, fungsi pengelolaan agen bisa dipisahkan dari akselerasi model bahasa. Pemisahan tersebut memberikan fleksibilitas dalam pengalokasian sumber daya. Berkat konfigurasi semacam ini, operator dapat memprioritaskan efisiensi kapasitas agen.

Sementara pada konfigurasi enterprise, AMD Helion menyediakan susunan komputasi umum dan akselerator sekaligus. Model enterprise ini memungkinkan penerapan sistem agen tanpa memisahkan seluruh perangkat. Dalam penggunaan bisnis, agen AI dapat menjalankan instruksi melalui CPU, sedangkan pemrosesan model AI yang berat memanfaatkan akselerator. Selain eksekusi agen dan inferensi, aplikasi juga memerlukan pemrosesan data serta penyimpanan. Kombinasi berbagai sumber daya berpotensi menyederhanakan penyusunan infrastruktur. Walaupun rancangan terintegrasi menawarkan kemudahan, keputusan penggunaan sistem memerlukan evaluasi performa serta anggaran.

Token Router AMD Helion Membantu Mengatur Permintaan Model AI

Selain menghadirkan rancangan perangkat keras, AMD Helion memiliki kemampuan perutean permintaan model AI. Fungsi perutean ini mengelola distribusi pekerjaan model berdasarkan kebutuhan. Dalam penggunaan agentic AI, setiap pekerjaan dapat memerlukan kemampuan model berbeda. Untuk menggambarkan penerapannya, permintaan sederhana mungkin dapat dilayani model lokal. Pada tugas yang lebih kompleks, permintaan lain dapat diarahkan ke model frontier berbasis cloud. Melalui pengaturan tersebut, penggunaan model bisa disesuaikan dengan karakter tugas.

Fungsi pengelolaan permintaan model mendukung lingkungan yang mempunyai beragam pekerjaan AI. Satu sistem agen mungkin membutuhkan lebih dari satu panggilan model. Pada rangkaian aktivitas bisnis, perangkat lunak dapat mengoordinasikan pencarian informasi dan pemrosesan hasil. Rangkaian tugas semacam itu menuntut pengelolaan sumber daya sesuai prioritas. Walaupun token router menawarkan fleksibilitas, penghematan biaya tidak dapat dijamin untuk semua beban kerja. Organisasi tetap harus menentukan batas penggunaan layanan eksternal berdasarkan aturan internal. Dengan demikian, token router dapat mendukung penggunaan AI yang lebih terkendali.

Kemitraan AMD dan Industri Server untuk Membangun Helion

Fondasi rancangan infrastruktur terbaru AMD adalah penerapan spesifikasi terbuka dari OCP. OCP merupakan inisiatif kolaborasi untuk mengembangkan infrastruktur komputasi terbuka. Melalui pendekatan tersebut, mitra industri memiliki pedoman integrasi perangkat keras. Rancangan referensi ini menggunakan ketentuan OCP untuk rak, modul komputasi, dan manajemen sistem. Pendekatan berbasis standar ini membantu mengurangi ketergantungan terhadap rancangan tertutup. Dengan rancangan terbuka, organisasi bisa mempertimbangkan berbagai penyedia infrastruktur.

Dalam membangun ekosistemnya, AMD bekerja sama dengan sejumlah produsen server dan penyedia infrastruktur. Perusahaan yang mendukung rancangan ini mencakup sejumlah produsen server besar seperti Dell Technologies dan HPE. Untuk memperluas dukungan industri, Wiwynn serta QCT bersama produsen perangkat lain mendukung pengembangan rancangan. Menurut rencana yang diumumkan perusahaan, rancangan Helion direncanakan menjadi kontribusi Open Compute Project. Konfigurasi yang dikembangkan bersama mitra direncanakan hadir pada November 2026. Meskipun perusahaan menyiapkan rencana ketersediaan, ketersediaan komersial perlu diperiksa berdasarkan pemasok. Dengan kolaborasi tersebut, penerapan rancangan terbuka berpotensi berkembang di berbagai pusat data.

Kesimpulan: AMD Helion Membuka Peluang Infrastruktur Agen AI Lebih Fleksibel

Peluncuran Helion memperlihatkan perkembangan pusat data untuk menjalankan agen kecerdasan buatan. Dengan menggabungkan komputasi berbasis EPYC, akselerasi Instinct, dan pendekatan infrastruktur modular, perusahaan memperoleh pilihan konfigurasi berdasarkan beban kerja. Pilihan rak berbasis prosesor membantu mengoptimalkan kepadatan agen. Sementara itu, sistem gabungan CPU dan GPU menawarkan kemampuan menjalankan berbagai fungsi dalam satu rak. Integrasi mekanisme perutean model membantu mengatur kebutuhan komputasi sesuai jenis pekerjaan. Walaupun potensi platform cukup besar, kinerja nyata bergantung pada konfigurasi dan aplikasi. Menurut Anda, apakah pendekatan AMD Helion dapat memperluas persaingan pasar pusat data? Silakan bagikan pendapat Anda agar pembahasan inovasi komputasi kecerdasan buatan menjadi lebih menarik.

Related Articles

Back to top button