Bank Tanah membantu rumah terjangkau bagi rakyat lewat penyediaan lahan

Ibukota – Badan Bank Tanah menyokong penyediaan rumah yang terjangkau serta berkualitas bagi komunitas melalui penyediaan lahan dengan harga jual diskon untuk pengembang di rangka menggalang Inisiatif 3 Juta Rumah.
"Kita menyediakan lahan dengan tarif yang digunakan terjangkau sehingga diharapkan penanam modal serta pengembang perumahan juga tidak ada mengambil keuntungan yang dimaksud terlalu besar," ujar Kepala Badan Bank Tanah Parman Nataatmadja di dalam Jakarta, Rabu.
Menurut dia, beberapa orang tantangan pada penyediaan rumah yang dimaksud terjangkau dan juga berkualitas bagi penduduk adalah masalah pembebasan lahan lalu nilai tukar tanah yang mana tak menetap.
Dalam hal ini, Bank Tanah harus menyediakan lahan pada kondisi clean and clear, lalu apabila ada tuntutan apapun pada kemudian hari maka yang dituntut bukanlah pengembang perumahan melainkan Bank Tanah.
"Jadi kita memberikan kepastian hukum untuk para pengembang," kata Parman.
Saat ini Bank Tanah sudah ada bekerja serupa dengan Perumnas di penyediaan rumah yang mana terjangkau lalu berkualitas bagi warga di Brebes dan juga Kendal, Jawa Tengah.
Bank Tanah juga sudah ada mengundang beberapa pengembang sesuai dengan kriteria dari Kementerian Perumahan serta Kawasan Permukiman (PKP), juga dengan nilai tanah yang mana telah dilakukan diturunkan oleh Bank Tanah maka diharapkan para pengembang juga dapat turut berkontribusi pada penurunan harga jual rumah.
Sebagai informasi, Badan Bank Tanah menyiapkan lahan untuk pengembangan perumahan nasional, salah satunya acara tiga jt rumah bagi Komunitas Berpenghasilan Rendah (MBR), yang tersebut ditetapkan sebagai proyek strategis nasional (PSN).
Adapun lahan yang digunakan ditawarkan terhadap pengembang yakni empat lokasi lahan hak pengelolaan lahan (HPL) Badan Bank Tanah antara lain dalam Daerah Perkotaan Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dengan luas 3,36 hektare.
Kemudian dalam Provinsi Jawa Barat (Jabar), yakni dalam Daerah Purwakarta dengan luas 19,4 hektare kemudian Wilayah Bandung Barat dengan luas 23,17 hektare, dan juga pada Kota Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dengan luas 27,27 hektare.
Lahan HPL Badan Bank Tanah yang mana ditawarkan terhadap pemodal pengembang perumahan untuk MBR yang dimaksud secara tata ruang sudah ada untuk perumahan lalu permukiman.
Melalui Badan Bank Tanah, rumah warga berpenghasilan rendah (MBR) yang akan datang dibangun dengan tarif yang tambahan terjangkau, kemudian sesuai arahan kepala negara perkembangan rumah subsidi harus memperhatikan kualitas agar tidaklah merugikan rakyat.
Artikel ini disadur dari Bank Tanah dukung rumah terjangkau bagi rakyat lewat penyediaan lahan






