Penjabat Pemuka Heru Manfaatkan Setiap Acara demi Kemajuan UMKM Ibukota
INFO NASIONAL – Penjabat Pengurus DKI Ibukota Indonesia Heru Budi Hartono kerap melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, juga Menengah (UMKM) di berubah-ubah acara. Misalnya, pada waktu BTN Ibukota Indonesia Marathon International pada 23 Juni 2024 silam.
Puluhan tenda UMKM berjejal dalam sekitar area finish turnamen maraton tersebut. Heru pun semringah meninjau acara itu berdampak ganda di dalam sektor ekonomi. “Dengan adanya event ini tentu dapat membantu mengembangkan kegiatan ekonomi masyarakat, teristimewa kalangan pelaku UMKM,” ujarnya.
Beberapa hari sebelumnya, Heru Budi juga hadir pada saat Perumda Jaya mengadakan Bazar UMKM Pasar Jaya. Ia menyebut, tujuan bazar UMKM dibalut lingkungan ekonomi sembako hemat agar lebih banyak sederhana menjangkau seluruh kalangan masyarakat.
Pelibatan UMKM ke berubah-ubah acara diakui Helen Firinsah, pemilik Cello Resto dari Marunda, DKI Jakarta Utara. Ia merasakan beraneka faedah pasca bergabung dengan Jakpreneur pada 2020 silam. Mulai dari pelatihan, legalisasi usaha, hingga bazar gratis.
“Kalau saya bandingkan setelahnya gabung Jakpreneur, setidaknya hasil penjualan meningkat sampai 70 persen,” ucapnya pada waktu dihubungi Info Tempo melalui telepon pada Rabu, 24 Juli 2024. Penyebabnya, kata Helen, ia rutin diajak mengisi acara bazar ke bervariasi tempat.
“Dari tingkat kecamatan sampai banyak tampil ke Balai Kota. Semua itu gratis, loh. Meja sampai listrik disediakan,” kata Helen. Berbeda dengan acara bazar yang mana tak bekerja mirip dengan otoritas Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, biasanya dikenakan biaya sewa, sehingga pengusaha perusahaan kuliner harus menghitung ulang biaya operasional yang berimbas kenaikan nilai tukar jual.
Sedangkan sama-sama Jakpreneur, ia banyak diajak ke bervariasi acara, bahkan mengisi lapak kuliner ketika acara business matching. Kegiatan ini memang sebenarnya sedang digencarkan oleh Pemprov DKI Ibukota melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan juga Menengah (PPKUKM). Tujuannya untuk mempertemukan UMKM dengan entrepreneur besar.
“Ketemu pelaku bisnis besar jadi kesempatan saya untuk belajar. Misalnya, cara merek mengiklankan produk, melayani pelanggan, juga sejumlah lagi,” tutur perempuan yang mana menjalankan usaha dengan keluarga.
Padahal, ketika pandemi penyebaran virus Corona melanda, bidang usaha Helen yang tersebut awalnya di dalam sektor katering nyaris ambruk. Akhirnya ia banting setir, memilih menu dengan syarat Sumatera Selatan, yaitu pempek serta tekwan. Pada pada waktu yang tersebut sama, salah pribadi kawannya meminta bergabung ke Jakpreneur. “Dan ternyata sejumlah perkembangan pasca ikut,” bebernya.
Dalam Jakpreneur, ia dilatih cara mengemas produk-produk yang mana bagus, menciptakan logo kemudian label, memasarkan secara daring atau online, mendapat Angka Induk Berusaha (NIB) gratis, sertifikat halal, izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), bahkan pengurusan hak merek.
Jakpreneur bahkan membantunya memperluas pemasaran hasil pada ranah digital. Contohnya, kolaborasi dengan Tokopedia melalui Borju (Bazar Online Jakprenuer Ibukota Indonesia Utara). Helen mengaku sedang menyiapkan produk-produk yang akan dipajang, sebab Borju tahun ini akan kembali dilakukan pada akhir Juli 2024. “Pokoknya, kalau ada UMKM yang mana enggak mau bergabung ke Jakpreneur, menurut saya sih kerugian besar,” papar Helen.
Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Ibukota Indonesia Elisabeth Ratu Rante Allo menjelaskan, Pemprov DKI sejak lama mempunyai inisiatif Pembangunan Kewirausahaan Terpadu (PKT) di membina dan juga mengembangkan UMKM. Proyek PKT berubah nama pada 2020 berubah jadi Jakpreneur, kemudian pada 2023 disempurnakan menjadi DKI Jakarta Enterpreneur.
Platform ini berubah menjadi wadah untuk mengembangkan kemungkinan keterampilan juga kemandirian UMKM. Tentunya melibatkan beraneka pihak, seperti akademisi, pengusaha, juga lembaga pemangku kepentingan lainnya.
“Program DKI Jakarta Entrepreneur diimplementasikan dengan disediakannya sarana 7 PAS bagi pelaku UMKM pada mengembangkan usaha. Atau dikenal juga dengan sebutan fasilitasi P1-P7, yaitu pendaftaran, pelatihan, pendampingan, perizinan, pemasaran, pelaporan keuangan, lalu permodalan,” urai Ratu di keterangan tertulisnya.
Menurutnya, dari data yang dimaksud dihimpun per 13 Juni 2024, terdapat 243.383 penduduk yang mana telah lama mengikuti pelatihan melalui acara Ibukota Entrepreneur. Sedangkan kontestan yang mana telah dilakukan memanfaatkan pembayaran digital terdiri dari QRIS mencapai 40.210, atau 10,52 persen dari seluruh pelaku UMKM binaan. Adapun, total total partisipan DKI Jakarta Entrepreneur mencapai 380.266 UMKM.
Tantangan yang dihadapi UMKM sekarang adalah kesiapan menghadapi perkembangan teknologi. Selain itu, Ratu mengungkapkan, UMKM juga harus menghadapi persaingan dengan barang impor.
Karena itu, Dinas PPKUKM telah terjadi menyusun beberapa orang strategi dan juga program. Sebagai contoh bazar DKI Jakarta Entrepreneur, pemakaian program e-Order, business matching, Semarak Batik Betawi, Gernas BBI lalu BBWI, lalu sebagainya.
“Hal ini tentunya selaras dengan arahan presiden terkait penyelenggaraan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) untuk memprioritaskan pembelanjaan hasil buatan pada negeri menggunakan e-katalog,” terang Ratu.
Memasifkan pengaplikasian hasil hasil UMKM dalam setiap instansi maupun untuk para stakeholder, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran juga rasa bangga terhadap pengaplikasian komoditas pada negeri. “Secara secara langsung turut menyeimbangkan kemudian menekan masuknya barang impor secara masif,” pungkasnya. (*)
Artikel ini disadur dari Penjabat Gubernur Heru Manfaatkan Setiap Acara demi Kemajuan UMKM Jakarta






