Erislandy Lara Stop Danny Garcia, Pertahankan Sabuk Kelas Menengah WBA

Erislandy Lara menghentikan Danny Garcia melalui Referee Technical Decision (RTD) di pertarungan perebutan sabuk kelas menengah WBA dalam T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat. Erislandy Lara mempertahankan sabuk juara kelas menengah WBA pada Hari Minggu (15/9/2024) siang WIB.
Ini adalah kontes yang tersebut berjalan dengan lancar. Penonton T-Mobile mulai bersiul pada ronde pertama juga bersorak keras lalu penuh semangat dalam beberapa titik, termasuk dalam akhir laga. Sebagian besar kesalahan kemungkinan besar dapat ditimpakan terhadap Lara, mengingat bahwa ia menghadapi petinju dengan berat badan 63,5 kg dan juga 66,6 kilogram yang mana baru berlaga untuk kedua kalinya pada empat tahun terakhir.
Dan oleh akibat itu, ia diharapkan untuk tampil lebih tinggi agresif – namun ia tampak sangat puas dengan penampilannya. ”Saya merasa saya bertinju dengan indah,” katanya pasca pertandingan. ”Itu adalah sebuah karya seni, seperti karya Picasso.”
Para penonton mencemooh hal tersebut, sejenis seperti merek mencemooh kontes itu sendiri. Erislandy Lara (31-3-3, 18 KO), yang selama ini dikenal sebagai petinju welter super yang mana sulit ditaklukkan, menemukan kembali dirinya sebagai petarung kelas menengah yang digunakan menghibur oleh sebab itu kakinya sudah pernah kehilangan sebagian kemampuannya untuk meliuk-liuk di area pada ring.
Namun tanpa pasangan dansa yang mana bersedia, ia kembali menjadi seperti Lara yang mana dulu: senang melakukan apa pun yang tersebut dirasa perlu untuk menghindari kekalahan, betapapun tak menarik bagi para penonton. Garcia (37-4, 21 KO) miliki refleks yang mana baik untuk menghindari banyak pukulan Lara, namun tidak ada cukup untuk melakukan sesuatu sebagai balasan.
Pukulan yang dimaksud dilepaskannya banyak kali tidak ada tepat sasaran dan juga jarang sekali dilepaskan dengan kekuatan yang tersebut besar. Ada saatnya di hidup banyak petinju ketika, suatu hari, dia memasuki ring serta menemukan, yang tersebut mengejutkan kemudian menyebabkan merek kecewa, bahwa dia ”tidak memilikinya.”
Ayah lalu pelatihnya, Angel, nampak khawatir, menanyakan apakah ia baik-baik belaka ketika ia masuk ke pojok. Dan ketika anaknya menunjukkan tanda-tanda pertama yang nyata, tidaklah semata-mata bukan dapat melontarkan apa pun dengan kebencian, namun juga akhirnya bukan dapat menghindari atau menahan serangan yang datang padanya, ia pun menghentikan laga.
Momen itu terjadi pada akhir ronde kesembilan, pasca Lara mulai sedikit masuk ke di pukulannya kemudian berhasil menandai Garcia beberapa kali. Akhir dari laga ini datang tiba-tiba, Lara memojokkan Garcia ke arah tali ring lalu mendaratkan sebuah pukulan yang tersebut tiada terlalu signifikan, namun mengenai wajah Garcia.
Garcia sedikit merosot, terlihat mempertimbangkan situasinya sejenak dan juga kemudian berlutut. Dia mengalahkan hitungan wasit Thomas Taylor, namun segera pasca beliau berjalan dengan susah payah kembali ke pojokan, ayahnya menjelaskan bahwa cukup sudah.”Saya baik-baik saja,” kata Garcia pasca itu.
“Saya tidak ada menyangka penghentian itu akan mempengaruhi saya seperti itu, tetapi tak ada alasan. Saya bukan dapat menemukan ritme saya. Ia memiliki jab yang mana kuat kemudian mengendalikan jarak dengan baik. Saya mencoba menaklukkan divisi ketiga lalu saya gagal. Saya telah lama berada di dalam puncak permainan untuk waktu yang tersebut lama. Saya akan menerima ini seperti seseorang juara sejati.”






