Paten Sudah Didaftarkan, AHM Angkat Suara Soal Honda NX 125RX

JAKARTA – Honda telah dilakukan mendaftarkan hak paten dua skuter matik pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Republik Indonesia (RI). Dalam laman DGIP Kementerian Hukum kemudian HAM RI, dua model skutik yang dimaksud masuk pada desain sektor No..42/DI/2024 yang digunakan diterbitkan pada 7 Agustus 2024.
Sebagai informasi, salah satu model yang mana didaftarkan mirip dengan Honda NX 125RX yang tersebut telah dijual di dalam China mulai dari Rp26 jutaan. Tapi, belum diketahui apakah motor yang disebutkan akan dijual di tempat Indonesia atau tidak.
Ahmad Muhibbudin, General Manager Public Relations PT Astra Honda Motor (AHM) mengungkapkan bahwa ketika ini pihaknya belum mendapat arahan dari prinsipal. Oleh sebab itu, pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih tinggi lanjut.
“Belum, belum. Untuk model itu saya baru dengar. Sebenarnya mematenkan model motor bisa saja dilaksanakan siapa hanya tidaklah harus berkorelasi dengan rencana perusahaan untuk launching barang baru,” kata Muhib terhadap wartawan, pada Jakarta, belum lama ini.
“Jadi itu bagian dari upaya melindungi, mempatenkan barang tersebut. So far kami belum ada rencana,” lanjutnya,
Honda NX 125RX memiliki desain yang digunakan mirip dengan Vario 160 dengan tampilan sporty. Namun, skutik satu ini terlihat memiliki bodi gambot. Desain bantet serta uluran roda yang digunakan kecil mengingatkan pada motor-motor yang tersebut dijual di tempat India.
Skutik ini dilengkapi dengan beberapa layanan standar kekinian, seperti pencahayaan full LED, panel instrumen digital dengan layar LCD, soket USB, idling stop system (ISS), ABS (Anti-lock Braking System), lalu kompartemen luas.
Honda NX 125RX dibekali mesin bersilinder tunggal 125 cc dengan pendingin udara. Tenaga yang tersebut dihasilkan mencapai 6,6 hp pada 7.500 rpm dan juga torsi puncak 9,7 Nm pada 6.000 rpm.
Keunggulan skutik ini adalah hemat unsur bakar. Dalam kondisi tangki unsur bakar penuh dengan kapasitas 6 liter, motor ini sanggup menempuh jarak lebih tinggi dari 200 kilometer.





