Jokowi Khawatir Wabah Polio Muncul Lagi
Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Kementerian Kesejahteraan untuk memberikan vaksin polio terhadap anak-anak. Dia memohonkan Kemenkes memprioritaskan wilayah yang mana tingkat vaksin polionya masih rendah.
Jokowi menyampaikan ini usai meninjau Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio putaran kedua ke Posyandu Rajawali III Perumahan Graha Nendali, Jayapura, Papua, pada Selasa, 23 Juli 2024. Presiden menganggap ada kecenderungan wabah polio pada planet terjadi lagi.
“Ya kita harus mawas diri,” kata Jokowi diambil dari pernyataan video Sekretariat Presiden. “Dinas Aspek Kesehatan dikerahkan. Semuanya (harus) sudah ada mendapatkan vaksin polio, sehingga bukan terjadi lumpuh, layu.”
Dalam pertemuan cegat wawancara yang mana sama, Jokowi bukan merinci tempat mana cuma yang berubah jadi prioritas untuk vaksin polio. Namun, pada waktu sosialisasi, Jokowi memohonkan penduduk Papua mengikuti PIN Polio putaran kedua ini. Vaksinasi di Papua ditargetkan direalisasikan sejumlah empat kali.
Poliomyelitis (polio) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus polio. Penyakit ini menyerang sistem saraf serta dapat menyebabkan kelumpuhan atau bahkan kematian di beberapa jam. Penyakit ini menyebar melalui air, makanan, atau tangan yang digunakan terkontaminasi kotoran seseorang yang terinfeksi virus.
Sejak 2014, Nusantara telah dilakukan bebas polio kemudian mempertahankan status yang disebutkan bahkan di dalam berada dalam respons Covid-19. Namun, perkara polio muncul lagi pada 2022 ke beberapa daerah.
Menanggapi wabah polio pada akhir Desember 2023, Kemenkes bekerja identik dengan pemerintah provinsi lalu kabupaten, Organisasi Aspek Kesehatan Global (WHO), dan juga UNICEF, meluncurkan kampanye untuk membendung penyebaran penyakit ini. Imunisasi putaran pertama dimulai pada 15 Januari juga putaran kedua pada 19 Februari.
Pada 5 Maret, sekitar 8,7 jt anak ke bawah usia tujuh tahun di wilayah sasaran sudah pernah menerima dua dosis vaksin polio. Kampanye besar-besaran untuk mengimunisasi jutaan anak terhadap polio sudah pernah menjangkau 8,7 jt anak pada 74 kabupaten ke Jawa Timur, Jawa Tengah, serta Wilayah Sleman di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pilihan editor: KSP Moeldoko Tidak Setuju TNI Boleh Berbisnis Lagi
Artikel ini disadur dari Jokowi Khawatir Wabah Polio Muncul Lagi



