Christian Mbilli Perpanjang Rekor Petinju Tak Terkalahkan 28-0

Christian Mbilli menunda rekor petinju tak terkalahkan setelahnya menaklukkan Sergiy Derevyanchenko dengan kemenangan angka. Christian Mbilli melanjutkan rekor petinju tak terkalahkan menjadi 28-0 (23 KO) di pertarungan dalam Centre Videotron, Quebec City, Kanada, Hari Minggu (18/8/2024) siang WIB.
Christian Mbilli menang dengan skor 100-90, 99-91 serta 98-92, kemudian statistik CompuBox menunjukkan bahwa ia mengungguli Derevyanchenko pada hal kekuatan pukulan, 193-113. Kemenangan bilangan itu membuka jalan bagi Christian Mbilli untuk menjajal perebutan gelar kejuaraan kelas menengah super melawan Saul Canelo Alvarez.
Ini adalah pertarungan yang mana jarang sekali diragukan siapa yang dimaksud akan menang, namun tak pernah berhenti menjadi kompetitif dan juga menarik. Hal ini menjadi tontonan yang tersebut sangat mencekam di area akhir pertandingan, ketika Derevyanchenko tidaklah lagi memiliki jalan yang mana realistis untuk meraih kemenangan, namun juga memiliki rekor sepanjang karirnya yang mana tidaklah pernah mengalami penghentian yang tersebut harus dipertahankan.
Seperti Gennady Golovkin, Daniel Jacobs, Jaime Munguia dan juga yang mana lainnya, Mbilli harus puas mendengar hasil pertandingan yang dimaksud dibacakan pada akhir pertandingan melawan Derevyanchenko. Mbilli, 29 tahun, yang mana berlaga di tempat hadapan penonton yang tersebut mendukungnya – laga kelima beruntunnya pada Kanada serta kedelapan pada 10 laga terakhirnya – segera mengambil peran sebagai penguntit dengan pukulan kuat, pada waktu game plan Derevyanchenko melibatkan jab juga pergerakan yang dimaksud cukup kuat.
Sebuah pukulan kanan ke arah dagu hampir belaka menciptakan ronde pertama berakhir di dalam tangan Mbilli (walau tayangan ulang menunjukkan bahwa pukulan yang disebutkan mengenai pundak atlet tanah Ukraina itu sebelum mencapai rahangnya), lalu begitu pula pada ronde kedua serta ketiga, pukulan kuat yang tersebut menarik perhatian sesekali memojokkan lawannya. Menjelang akhir ronde ketiga, para penggemar mulai meneriakkan nama Mbilli, yang bagi merek yang tiada terlatih, awalnya terdengar seperti yel-yel “M-V-P.”
Kedua mantan petinju Olimpiade ini bertukar serangan ke arah tubuh untuk membuka ronde keempat, namun beberapa ketika kemudian, seluruh jalannya laga berubah. Derevyanchenko menjadi petarung dengan satu tangan, otot bisep kirinya terlihat menggulung, sementara tangan kanannya bekerja keras untuk mengimbanginya. Secara mengejutkan, ini kemungkinan besar merupakan ronde terbaik dari petinju berusia 38 tahun yang tersebut tiada diunggulkan ini, lalu Mbilli terlihat kebingungan untuk sementara waktu, apa yang mana harus ia lakukan dengan petarung yang dimaksud menggunakan tangan kanan pada depannya.
Namun, Mbilli kembali mendaratkan serangan keras yang digunakan menarik perhatian, juga secara metodis mengoleksi poin, kemudian ia menggoyahkan Derevyanchenko beberapa kali. Derevyanchenko menawarkan sebuah reli luar biasa pada ronde ke-7, menghujani lawannya dengan pukulan kanan ketika Mbilli sebagian besar bertahan, namun atlet favorit tuan rumah ini mungkin saja dapat mengakhiri ronde dengan menggoyahkan Derevyanchenko.






