Terence Crawford: Antara Pensiun atau Canelo Alvarez!

Terence Crawford tampaknya telah dilakukan memberi tahu para petinggi tinju di area Arab Saudi bahwa cuma ada satu pertarungan yang digunakan diinginkan berikutnya. Pertarungan yang digunakan dimaksud yang disebutkan adalah meladeni Canelo Alvarez .
Turki Alalshikh selaku bos otoritas hiburan umum Arab Saudi telah lama sejumlah menyelenggarakan pertarungan dalam Riyadh juga sekitarnya. Namun ada sejumlah keraguan tentang apakah Crawford sanggup bertemu Canelo?
Crawford baru cuma membarui rekor tak terkalahkan menjadi 41-0 (31 KO) dengan menang hitungan 115-113, 116-112, serta 115-113 melawan Israil Madrimov di acara utama Riyadh Season Card pada BMO Stadium, awal bulan ini. Di balik kemenangan itu ada berbagai pembicaraan yang mana terjadi, salah satunya tentang keinginan Crawford naik kelas kemudian menantang Canelo di waktu dekat.
Tapi semua rencana Crawford menjadi berantakan setelahnya Canelo kemudian Alalshikh terlibat perseteruan umum pasca petinju Meksiko itu bersikeras tidaklah akan mengkaji kesepakatan potensial apa pun hingga pertarungannya melawan Edgar Berlanga, rampung dilakukan pada 14 September 2024.
Akibatnya, Alalshikh mulai membicarakan Vergil Ortiz sebagai lawan potensial bagi Crawford, termasuk Jaron Ennis, yang digunakan dimasukkan pada daftar calon lawannya. “Pertarungan hebat, tetapi bukanlah pertarungan teratas yang tersebut ingin kami lihat,” ujar Alalshikh terhadap The Stomping Ground, belum lama ini.
Dan ketika ditanya siapa yang berada di area puncak daftar selain Canelo, ia menjawab: “Saya tidaklah berpikir Crawford akan melawan siapa pun kecuali Canelo. Ini adalah pendapat saya. Ini adalah pendapat saya kemudian ini yang saya rasakan.”
“Kami memberinya tawaran untuk Vergil Ortiz kemudian saya tak tahu apakah ia akan menerimanya atau tidak. Kami memiliki kesepakatan untuk melakukan pertarungan besar untuk Ortiz apabila Crawford tiada menerima pertarungan itu. Saya tak berpikir ia akan menerimanya, saya pikir ia hanya sekali menginginkan Canelo,” imbuh Alalshikh.
Tak pelak, pernyataan Alalshikh memicu perkiraan bahwa Crawford, yang dimaksud berusia 37 tahun bulan depan kemungkinan akan datang pensiun dari tinju apabila pertarungannya melawan Canelo tak terwujud.
Alalshikh memang sebenarnya memberikan sedikit harapan bahwa pertarungan Canelo masih dapat diselamatkan. Bahkan ia mengklaim sudah ada berbicara dengan Canelo sekitar empat bulan untuk membicarakan mengenai pertarungan besar.
“Yang mengganggu saya adalah ketika Canelo mengumumkan bahwa beliau menghormati saya tetapi beliau bukan menyukai apa yang dijalankan Riyadh Season terhadap tinju. Setelah itu saya menanggapi dengan apa yang tersebut saya tanggapi dan juga beliau mengirim instruksi tidak ada dengan segera terhadap saya melalui seseorang lalu berkata, ‘Tidak, saya menghormati Anda, tetapi ada situasi antara saya serta Eddie Hearn ketika kami berbicara kemudian saya bukan suka cara Eddie berbicara terhadap saya.’
“Lalu saya berkata, ‘Itu bukanlah tanggung jawab saya jikalau sesuatu terjadi antara Anda lalu orang lain, mengapa melibatkan saya di hal ini?’ Kami ingin melakukan pertarungan besar. Pintu saya terbuka untuk semua petarung, jadi mari kita lihat. Dia mengirimi saya arahan tak segera bahwa beliau ingin berhubungan setelahnya pertarungan, tetapi saya tiada tahu apakah ini instruksi yang tersebut sebenarnya atau tidak. Ini adalah tidak permasalahan pribadi, ini bisnis. Saya ingin mengamati pertarungan melawan Crawford, saya ingin mengamati pertarungan melawan David Benavidez.”





