Tradisi unik Lebaran pada bervariasi negara globus

Ibukota – Hari Raya Idulfitri dirayakan oleh umat Muslim dalam seluruh planet dengan berubah-ubah tradisi unik yang mana mencerminkan budaya setiap negara.
Meskipun esensi perayaannya sama, yaitu sebagai hari kemenangan pasca menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, setiap negara mempunyai cara tersendiri di menyambut serta merayakan Lebaran. Berikut adalah beberapa tradisi unik Lebaran di beragam belahan dunia:
1. Arab Saudi
Sebagai tempat kelahiran Islam, Arab Saudi miliki tradisi Lebaran yang mana sangat kental dengan nuansa religius. Banyak warga Saudi yang dimaksud menghabiskan waktu Lebaran dengan mengunjungi Masjidil Haram di dalam Mekkah atau Masjid Nabawi dalam Madinah untuk beribadah. Selain itu, masyarakat juga saling mengunjungi keluarga kemudian teman-teman, dan juga memberikan hadiah terhadap anak-anak sebagai bentuk kebahagiaan juga kebersamaan.
Salah satu hidangan khas Lebaran ke Arab Saudi adalah Kabsa, yaitu nasi berbumbu dengan daging kambing atau ayam. Hidangan ini berubah jadi menu utama yang tersebut kerap disajikan pada perayaan Idulfitri.
2. Turki
Di Turki, Idulfitri dikenal dengan sebutan Ramadan Bayram atau Festival Ramadan, yang tersebut bermakna perayaan kemenangan setelahnya berpuasa selama sebulan penuh. Tradisi Lebaran dalam Turki bukan jarak jauh berbeda dengan negara-negara Islam lainnya, seperti berbelanja, mengenakan pakaian baru, kemudian berkumpul sama-sama keluarga.
Anak-anak ke Turki memiliki tradisi unik, yaitu berkeliling mengunjungi rumah-rumah tetangga juga keluarga dengan menyebabkan kantong khusus untuk menghimpun permen, makanan manis, lalu uang koin dari pemukim yang digunakan lebih tinggi tua. Mereka juga terbiasa mengambil rute yang tersebut berbeda ketika kembali ke rumah pasca mengunjungi tetangga.
Hidangan khas Lebaran dalam Turki adalah Baklava, yaitu kue pastri berlapis dengan isian kacang seperti badam, kenari, atau pistachio yang dimaksud ditumbuk kasar, dan juga diberi sirup manis yang terbuat dari gula, madu, kayu manis, serta lapisan kulit lemon.
3. Lebanon
Masyarakat Lebanon miliki tradisi unik yang dimaksud mirip dengan dalam Indonesia, yaitu mengunjungi makam keluarga untuk mendoakan sanak saudara yang mana telah dilakukan meninggal. Berbeda dengan tradisi tazkiyah ke Indonesia yang dimaksud dilaksanakan ketika penghujung hari Lebaran, dalam Lebanon ziarah kubur biasanya dilaksanakan di awal hari pasca shalat Id.
Selain itu, ada tradisi eidiyah, yaitu pemberian uang untuk anak-anak sebagai bentuk kebahagiaan di perayaan Idulfitri. Hidangan khas yang tersebut biasa disajikan pada waktu Lebaran dalam Lebanon adalah Kaak el Eid, kue cincin khas Lebanon, juga Maamoul, kue berisi kacang pistachio, kenari, atau kurma yang mana ditaburi gula halus.
Makanan khas lainnya adalah Reez a Djeij, yaitu nasi gurih dengan suwiran ayam dan juga daging, yang digunakan disajikan dengan kacang badam kemudian aneka rempah. Setelah berkumpul bersatu keluarga, warga Lebanon biasanya menghabiskan waktu dengan berkeliling menikmati suasana Lebaran.
4. Pakistan
Di Pakistan, perayaan Idulfitri dimulai dengan Chand Raat, yaitu di malam hari bulan sabit yang dimaksud menandai akhir Ramadan. Pada di malam hari ini, penduduk Pakistan berbondong-bondong ke lingkungan ekonomi di malam hari untuk berbelanja, membeli gelang, juga menghias tangan dengan henna.
Pada hari Lebaran, rakyat Pakistan biasanya menyajikan Sheer Khurma, yaitu puding susu yang dimaksud dicampur dengan kurma juga bihun. Selain itu, mereka juga mengunjungi keluarga dan juga teman-teman dan juga berbagi hadiah terhadap anak-anak.
5. Maroko
Di Maroko, Idulfitri dirayakan dengan penuh warna melalui makanan lalu pakaian khas. Pusat perbelanjaan banyak dikunjungi oleh masyarakat yang dimaksud membeli pakaian serta makanan sebagai persiapan perayaan Lebaran.
Perempuan Maroko, baik tua maupun muda, biasanya menimbulkan bermacam motif hiasan ke tangan menggunakan henna. Hiasan ini berubah jadi bagian penting dari perayaan Lebaran di Maroko. Sementara itu, laki-laki Maroko mengenakan gandoura atau djellaba, yaitu jubah kaftan panjang khas Maroko, dengan sepatu sandal tradisional yang dimaksud disebut belgha, yang mana berbentuk selop dengan tumit belakang terbuka.
Hidangan khas Lebaran pada Maroko adalah Kaab al Ghazal, yaitu pastri berbentuk tanduk rusa yang digunakan berisi almond tumbuk manis. Berbeda dengan pastel pada umumnya, Kaab al Ghazal dibuat dengan cara dipanggang pada oven sehingga memiliki tekstur yang dimaksud unik.
Penutup
Meskipun Idulfitri dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia, setiap negara memiliki cara tersendiri di memaknai lalu merayakannya. Dari berziarah ke makam di Lebanon, berburu permen di dalam Turki, hingga menghias tangan dengan henna dalam Maroko, setiap tradisi mencerminkan kekayaan budaya lalu kebersamaan yang digunakan bermetamorfosis menjadi inti dari perayaan Idulfitri.
Lebaran tidak ada cuma menjadi momen untuk mempererat hubungan keluarga juga persaudaraan, tetapi juga bermetamorfosis menjadi kompetisi berbagi kebahagiaan dengan orang-orang di sekitar. Perbedaan tradisi dalam beragam negara justru memperkaya makna perayaan Idulfitri, menjadikannya momen yang semakin istimewa setiap tahunnya.
Artikel ini disadur dari Tradisi unik Lebaran di berbagai negara dunia






