UNRWA sebut belaka punya persediaan tepung selama enam hari untuk Wilayah Gaza

Jenewa – Badan Bantuan dan juga Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), salah satu penyedia makanan terbesar, mengungkapkan bahwa belaka tersisa sekitar enam hari persediaan tepung akibat bukan ada bantuan baru yang tersebut masuk selama 19 hari terakhir.
"Kami sanggup memperpanjangnya dengan memberi pendatang lebih banyak sedikit (dalam penjatahan)," kata Sam Rose dari UNRWA di sebuah pengarahan PBB pada Jenewa, Swiss, Jumat.
"Namun, sekarang kita berbicara di hitungan hari, bukanlah pekan,” sambungnya.
Rose menekankan bahwa ini adalah periode terpanjang tanpa pasokan apa pun yang digunakan masuk ke Daerah Gaza sejak Oktober 2023.
Dia mengatakan situasi ke Daerah Gaza sangat memprihatinkan ketika jalur yang digunakan terkepung itu diciptakan setelahnya mengalami di malam hari keempat pengeboman sejak gencatan senjata gagal pada Mulai Pekan (17/3) malam, yang dimaksud menewaskan lebih tinggi dari 700 warga Palestina, termasuk 200 wanita kemudian anak-anak.
Rose juga mengungkapkan bahwa badan yang disebutkan memperkirakan sekitar 70.000 pemukim sedang mengungsi juga masih ada sejumlah lagi yang tersebut terdampak oleh perintah pengungsian terbaru dari Israel.
Hampir 50.000 warga Palestina sudah tewas, sebagian besar adalah wanita dan juga anak-anak, lalu tambahan dari 112.000 warga terluka pada serangan militer brutal negara Israel ke Kawasan Gaza sejak Oktober 2023.
Pada November tahun lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk pemimpin otoritas tanah Israel Benjamin Netanyahu kemudian mantan kepala pertahanannya Yoav Gallant melawan kejahatan peperangan lalu kejahatan terhadap kemanusiaan dalam Gaza.
Israel juga menghadapi tindakan hukum genosida pada Mahkamah Internasional berhadapan dengan perangnya terhadap wilayah kantong tersebut.
Sumber: Anadolu
Artikel ini disadur dari UNRWA sebut hanya punya persediaan tepung selama enam hari untuk Gaza






