Viral Idea CRAZY LE SSERAFIM, Dihujat Netizen Korea Selatan

JAKARTA – LE SSERAFIM memperlihatkan kumpulan konsep foto untuk perilisan karya terbarunya, “CRAZY.” Namun, unggahan itu dengan cepat memicu gelombang diskusi daring kemudian menjadi viral.
Sebuah unggahan berjudul “Apa yang terjadi dengan konsep LE SSERAFIM…?” mendapat perhatian luas di area forum populer Korea Pann, mengakumulasi tambahan dari 100.000 tampilan.
Gambar-gambar tersebut, menampilkan visual yang berani serta eklektik. Namun, mayoritas warganet mengungkapkan kekecewaan lalu kebingungan akan konsep tersebut.
Banyak komentar miring, meskipun grup yang disebutkan mungkin saja telah lama mengincar konsep yang digunakan unik juga berani, tetapi hasil akhirnya tampak terputus-putus serta terlalu kacau.
Beberapa netizen membandingkan konsep yang dimaksud dengan gaya unik khas Red Velvet yang digunakan terkenal, tetapi berpendapat bahwa upaya LE SSERAFIM tiada tepat sasaran, sehingga menciptakan karya yang dimaksud membingungkan serta tidaklah menarik.
Yang lain menggambarkan gambar yang dimaksud miliki nuansa “Cartoon Network”. Mereka dikritik dikarenakan memasukkan terlalu berbagai elemen di upaya untuk tampil trendi, sehingga memunculkan campuran gaya yang mana bukan sesuai dengan penonton.
“Saya mengerti apa yang tersebut dia inginkan, tetapi estetika keseluruhannya benar-benar berantakan, membuatnya terasa seperti kegagalan total,” tulis netizen.
“Sepertinya mereka mengincar sesuatu yang dimaksud mirip dengan Red Velvet, tetapi akhirnya menjadi versi yang digunakan gagal,” tulis netizen.
“Mereka punya nuansa Cartoon Network — berupaya keras untuk tampil gaul dengan memasukkan berbagai elemen membingungkan tanpa alur yang tersebut koheren, lalu membungkusnya dengan pernyataan sok penting agar tampak disengaja,” tulis netizen.
“Saya bahkan tiada tahu bagaimana menjelaskannya; ini telah lebih banyak dari sekadar membingungkan…,” tulis netizen.
“Mereka bukan bisa jadi melegakan konsep sakral itu, bukan? Bahkan sebagai seseorang yang tersebut bukanlah penganut Kristen, saya merasa itu tiada mengenakkan. Atau, jikalau bukanlah itu masalahnya, itu seperti dia mendandani gadis-gadis muda dengan pakaian yang tersebut nyaris tak terlihat semata-mata untuk memenuhi selera CEO. Sekarang pasca reaksi umum buruk, mereka menutupi wajah merek dan juga mendandani dia dengan tiada terlalu provokatif—itu konyol,” tulis netizen lainnya.






