AstraZeneca Indonesia Bersama KemenkoMarves dan juga Jawa Barat Tekankan Perlindungan Lingkungan pada Indonesia Sustainability Pertemuan 2024

JAKARTA – AstraZeneca Indonesia, sebagai sustainability knowledge partner dari bidang farmasi, dengan bangga dapat menjadi bagian dari Indonesia Sustainability Wadah (ISF) 2024 untuk menyelenggarakan sesi bertemakan “Championing environmental protection and biodiversity restoration for healthy people, society and the planet”, yang tersebut menyoroti permintaan mendesak bagi seluruh pemangku kepentingan untuk secara terlibat berkontribusi di melindungi lingkungan lalu keanekaragaman hayati.
Perubahan iklim memperburuk tingkat kesehatan, termasuk adanya peningkatan penyakit kronis. Industri kemampuan fisik juga merupakan kontributor signifikan terhadap inovasi iklim yang digunakan bertanggung jawab menghadapi sekitar 5% dari emisi gas rumah kaca (GRK) global.
“Kesehatan adalah fondasi sama-sama yang digunakan memungkinkan warga untuk mengalami perkembangan juga perekonomian untuk berkembang pesat. Di AstraZeneca, kami menyadari bahwa mengambil tindakan untuk memacu keberlanjutan adalah hal yang tersebut mendasar – untuk memulai pembangunan masa depan yang dimaksud sehat bagi manusia, masyarakat, serta bumi. Kami juga percaya bahwa kolaborasi adalah kunci utama oleh sebab itu kita tidaklah dapat menyelesaikan permasalahan pembaharuan iklim sendirian,” kata Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia Esra Erkomay.
“Melalui kegiatan unggulan global kami, AZ Forest, kami sudah menyetorkan lebih tinggi dari 7,5 jt pohon pada lahan seluas 19.000 hektar juga lebih banyak dari 21.000 keluarga petani dan juga kesempatan peningkatan keterampilan yang tersebut diberikan, yang dimaksud berdampak pada 71.000 petani; juga bulan lalu kami baru cuma melakukan penandatanganan perpanjangan Memorandum Saling Pengertian dengan Kemenko Marves untuk memperluas komitmen kami untuk menyumbangkan hingga 20 jt pohon pada sekitar Sungai Citarum,” tambahnya.
Sebagai perbuatan lanjut dari Penandatanganan Memorandum Saling Pengertian dengan Kementerian Koordinator Lingkup Kemaritiman lalu Penanaman Modal tentang Reboisasi juga Revitalisasi Lahan Kritis di tempat Indonesia, hari ini AstraZeneca mengesahkan Kesepakatan Bersama dengan eksekutif Provinsi Jawa Barat tentang Revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum Melalui Penyediaan Bibit Pohon Dan Penyusunan Studi Kelayakan Terkait Percontohan Karbon.
“Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memenuhi komitmen Indonesia pada mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih lanjut cepat. Keterlibatan sektor swasta menggarisbawahi dedikasi kuat bangsa kita terhadap keberlanjutan. Kami berterima kasih untuk AstraZeneca menghadapi kolaborasi strategis dan juga aksi nyata yang tersebut memunculkan hasil yang mana terukur dan juga berdampak signifikan terhadap lingkungan kemudian rakyat setempat, juga berkontribusi pada upaya aksi iklim global,” jelas Deputi Lingkup Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Kehutanan Kementerian Koordinator Sektor Kemaritiman juga Penanaman Modal Nani Hendiarti.
“Pada kesempatan ini, saya juga ingin mengupayakan semua pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kekuatan kolaborasi penta-helix, antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, masyarakat, dan juga media, untuk meyakinkan keberlanjutan dapat dicapai secara komprehensif. Hanya dengan sinergi yang kuat semua upaya akan berjalan dengan baik juga mengakibatkan faedah jangka panjang,” lanjutnya.
Kesepakatan Bersama ini semakin menegaskan komitmen AstraZeneca mengupayakan upaya pemerintah Jawa Barat untuk memerangi deforestasi serta meningkatkan habitat lokal. Terhadap Kesepakatan Bersama ini, Deputi Nani menyampaikan harapannya agar eksekutif Provinsi Jawa Barat dapat mengawal implementasi Kesepakatan Bersama ini dengan baik. Pemantauan dan juga evaluasi yang digunakan ketat sangat diperlukan agar setiap acara yang digunakan telah lama disepakati dapat berjalan sesuai target lalu memberikan hasil nyata bagi DAS Citarum.
“Sebagai sumber hidup yang vital bagi hampir 25 jt orang, Sungai Citarum tidak ada boleh dibiarkan tercemar. Kami menghargai juga menggalang penuh inisiatif Hutan A-Z sebagai langkah penting di merevitalisasi Daerah Aliran Sungai Citarum sebagai bagian dari tujuan kami di Inisiatif Citarum Harum. Bekerjasama ini akan mempercepat pengelolaan kecacatan lingkungan di area Daerah Aliran Sungai Citarum,” ujar Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin.
ISF 2024 menjadi kompetisi penting yang digunakan mempertemukan para pemimpin dari berbagai sektor untuk menyokong diskusi tentang keberlanjutan lalu aksi iklim.
“Penting bagi kita untuk miliki rasa tanggung jawab bersatu serta memacu kolaborasi multisektor. Oleh oleh sebab itu itu, mari kita saling menginspirasi untuk mengambil tindakan berani, menggerakkan kolaborasi, kemudian berinovasi di solusi yang mana memperjuangkan pemeliharaan lingkungan juga pemulihan keanekaragaman hayati. Bersama- sama, kita dapat merancang dunia yang mana tambahan sehat kemudian lebih banyak berkelanjutan untuk semua,” tutup Esra.






