Bahlil: Perpanjangan izin Freeport terbit sebelum Jokowi selesai

Karena 2041 (IUPK Freeport) selesai, kalau tiada (diperpanjang) siapa yang mana mengelolanya? Nah di perpanjangannya nanti, akan kita urus sebelum pemerintahan selesai
Jakarta – Menteri Investasi/Kepala Badan Sinkronisasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menegaskan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT Freeport Indonesi (PTFI) akan terbit sebelum periode kepresidenan Joko Widodo (Jokowi) selesai.
“Karena 2041 (IUPK Freeport) selesai, kalau tiada (diperpanjang) siapa yang digunakan mengelolanya? Nah pada perpanjangannya nanti, akan kita urus sebelum pemerintahan selesai,” ujar Bahlil di Kuliah Umum ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang dipantau secara daring dari Jakarta, Kamis.
Bahlil mengatakan, sejak 2018, Indonesi sudah ada memegang saham Freeport sebesar 51 persen, dengan rincian sebesar 10 persen dipegang oleh BUMD Papua, kemudian 41 persen dikelola oleh pemerintah pusat melalui BUMN, tepatnya MIND ID.
Oleh lantaran itu, mendekati perpanjangan IUPK Freeport, Bahlil memaparkan Nusantara akan mendapatkan saham sebesar 10 persen, sehingga saham Freeport yang tersebut dipegang oleh Indonesi berubah jadi 61 persen.
Lebih lanjut, Bahlil juga memaparkan bahwa berdasarkan laporan Freeport pada 2024, pemerintah sudah ada balik modal atau mencapai titik break-even dari pembelian saham Freeport sebesar 51 persen pada 2018.
“Insya Allah, pada 2024, laporan dari Freeport, itu uang yang tersebut kita pakai untuk membeli itu, sekarang sudah ada kembali modal. Jadi kita sudah ada untung,” ucapnya.
Selain mendiskusikan perpanjangan IUPK Freeport dan juga tahapan pembelian saham, Bahlil juga menyinggung pentingnya pengembangan lebih lanjut hasil tambang Freeport untuk memaksimalkan keuntungan yang dimaksud diperoleh Indonesia.
Kesadaran akan pentingnya proses pengolahan lebih lanjut inilah yang mana menjadi latar belakang dari penyelenggaraan tempat peleburan (smelter) tembaga yang dibangun oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) pada Manyar, Gresik, Jawa Timur.
“Pada 2021, kami paksakan segera bangun smelter. Dan sekarang (nilai) smelternya 3 miliar dolar AS, dibangun pada Gresik (Jawa Timur),” kata Bahlil.
Sebelumnya, Presiden Direktur PT Freeport Indonesi Tony Wenas menjelaskan Smelter PT Freeport Negara Indonesia dirancang untuk memurnikan 1,7 jt ton konsentrat tembaga per tahun, kemudian sama-sama dengan smelter yang digunakan dioperasikan PT Smelting, total kapasitas pemurnian mencapai 3 jt ton per tahun.
Smelter yang disebutkan diperkirakan akan menghasilkan kembali sekitar 1 jt ton katoda tembaga, 50 ton emas, juga 200 ton perak per tahun.
Artikel ini disadur dari Bahlil: Perpanjangan izin Freeport terbit sebelum Jokowi selesai






