Bisnis

Takut Kena Razia Barang Impor, Toko Elektronik di Pasar Glodok Pilih Tutup Gerai

Jakarta – Tak sedikit pemilik toko di kawasan Pasar Glodok, Ibukota Indonesia Barat, memutuskan tak beroperasi pada hari ini. Toko-toko itu terpantau tutup yang dimaksud pasca banyak dikerjakan razia barang-barang yang dimaksud diduga diimpor secara ilegal.

“Tutup setelahnya ada razia barang-barang yang mana bukan SNI (Standar Nasional Indonesia),” kata individu tenaga keamanan yang tersebut enggan disebut namanya itu untuk Tempo pada kawasan Ruko Glodok Plaza Blok F, Pasar Glodok, Mangga Besar, Ibukota Indonesia Barat, Kamis, 23 Juli 2024.

Tempo juga menemui orang karyawan di dalam blok ini. Pria bercelana pendek dan juga mengenakan kaus hitam lengan pendek itu bercerita, beberapa jumlah toko di dalam kawasan ini tutup semenjak ada razia di dalam beberapa orang tempat.

Namun karyawan bernama Dindin itu juga menyebutkan sampai sekarang belum ada penyitaan barang jualan mereka.”Tapi toko-toko ini tutup dikarenakan takut kena razia,” katanya.

Pria berusia 35 tahun selama Bogor, Jawa Barat, itu adalah karyawan ke sebuah toko yang mengedarkan bermacam remote control. Toko itu berada dalam zona pertokoan yang mana mengedarkan barang elektronik, seperti remote control itu juga dijual pengeras suara, maupun bermacam jenis lampu, maupun amplifier.

Tempo melihat suasana dalam kawasan pertokoan itu sangat tenang. “Saat wabah Covid-19 juga pernah seperti ini,” kata Dindin.

Pintu-pintu toko deretan kios remote control yang dimaksud dijaga Dindin juga tampak tertutup rapat. Ada toko yang dinding berwarna kuning, putih, kemudian biru tampak terkunci dari luar. “Coba lihat toko sebelah, itu tutup akibat takut juga. Tapi ia (penghuninya) dalam atas,” ujar Dindin, sembari menunjuk dengan bibir pada sebuah toko berpintu biru ke sisi kiri.

Di samping Dindin, ada beberapa orang barang yang mana telah dimasukkan ke pada kardus. Barang-barang yang digunakan dibalut terisolasi cokelat itu tampak menumpuk di dalam berhadapan dengan kereta pengangkut barang. “Itu barang yang tersebut dijual online,” tuturnya.

Tempo mengamati sekitar enam warga masih merapikan barang di dalam di toko yang dijaga Dindin. Di depan pintu setengah terbuka itu, pria ini mengutarakan pada di toko ini ada sekitar 14 karyawan. Dindin mengatakan, toko-toko ini tutup dikarenakan kabar akan ada razia. ia memperkirakan jikalau razia terus dilakukan, akan segera ada sekitar 1 jt karyawan yang digunakan akan putus kerja.

“Kalau ke di tempat ini belum ada razia sih, cuman denger-denger doang,” ucap dia.

Dindin menyebutkan para pedagang pada Pasar Dini Hari yang terkena razia besar-besaran beberapa waktu lalu. Ia pun mengkritisi razia yang didorong oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas itu.

“Tahu itu Pak Zulhas. Sudah didukung, malah kayak gitu. Kalau barangnya enggak dari Cina, mau dari mana? Utang aja dari Cina. Kalau enggak boleh, ya udah tutup aja Bea Cukai,” tuturnya.

Sebelumnya, pemerintahan mengeluarkan Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 932 Tahun 2024. Beleid itu mengatur adanya Satuan Tindakan atau Satgas yang mana akan merazia barang impor ilegal yang dimaksud tersimpan di gudang. Satgas itu bekerja selama enam bulan atau sejak 18 Juli-31 Desember 2024.

Artikel ini disadur dari Takut Kena Razia Barang Impor, Toko Elektronik di Pasar Glodok Pilih Tutup Gerai

Related Articles

Back to top button