OJK catat debitur UMKM dominasi penyerapan kredit di dalam Bali

Denpasar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali mencatatkan debitur UMKM mendominasi penyerapan kredit dalam Bali yang per Juli 2024 mencapai Rp109,16 triliun.
“Sebesar 52,84 persen kredit disalurkan untuk UMKM yang digunakan meningkat 7,86 persen dibandingkan Juli 2023,” kata Kepala OJK Provinsi Bali Kristrianti Puji Rahayu dalam Denpasar, Jumat.
Dominasi pelaku UMKM yang tersebut mengakomodasi kredit itu diperkirakan seiring membaiknya pertumbuhan kegiatan ekonomi area yang tersebut dipacu geliat sektor pariwisata di dalam Bali sehingga mengupayakan laju permintaan komoditas UMKM.
Ia menjabarkan penyaluran kredit Rp109,16 triliun itu meningkat 7,66 persen apabila dibandingkan Juli 2023 yang tersebut mencapai Rp101,39 triliun.
Apabila ditelusuri berdasarkan sektornya, penyaluran kredit pada Pulau Dewata itu didominasi untuk konsumtif mendekati 34 persen lalu untuk sektor perdagangan besar lalu eceran sebesar 29,51 persen.
Sebagai gambaran, total UMKM berdasarkan data Dinas Koperasi juga UKM Provinsi Bali hingga 2023 mencapai 442.848 pelaku bisnis yang mana mayoritas usahanya bergerak pada skala mikro mencapai 388.279 unit, kemudian perniagaan skala kecil mencapai 43.296 unit kemudian menengah sejumlah 11.273 unit.
Di sisi lain, kualitas kredit perbankan di Bali pada Juli 2024 tercatat stabil dengan realisasi kredit bermasalah (NPL) mencapai 3,32 persen atau masih identik dibandingkan periode mirip 2023 mencapai 3,32 persen.
Sementara itu, apabila mencermati simpanan dana masyarakat (Dana Pihak Ketiga/DPK) pada perbankan juga bertambah signifikan mencapai Rp185,39 triliun atau naik 17,78 persen jikalau dibandingkan kedudukan serupa tahun berikutnya mencapai Rp157,41 triliun.
“Tingginya perkembangan DPK teristimewa disumbangkan oleh peningkatan tabungan perseorangan yang digunakan menunjukkan semakin membaiknya kondisi kegiatan ekonomi warga Bali,” ucapnya.
Sedangkan untuk kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) pada Bali juga terjaga dengan rasio kecukupan modal yang dimaksud diamati dari keadaan likuiditasnya yakni cash ratio (CR) juga capital adequacy ratio (CAR) setiap-tiap mencapai 15,28 persen juga 35,70 persen.
Ia menjelaskan terjaganya permodalan perbankan itu diyakini mampu mengakomodasi prospek risiko yang dihadapi oleh debitur.
Artikel ini disadur dari OJK catat debitur UMKM dominasi penyerapan kredit di Bali




