Teknologi

Perjalanan Boeing, Pernah Jadi Pesawat Paling Laris Hingga Terlibat Sejumlah Kecelakaan

Jakarta – Perusahaan The Boeing Company dilaporkan berbagai mengalami insiden merugikan ke tahun 2024 ini. Reputasi perusahaan yang mana telah dilakukan berumur tambahan dari satu abad itu disebut-sebut telah lama tercoreng. Dilansir dari theatlantic.com, perusahaan ini dirintis oleh William E. Boeing, Donald Douglas, James H., serta James S. McDonnel pada tahun 1916. Kemudian pada 1919 pesawat komersial pertama Boeing diterbangkan dari Seattle ke Kanada sebagai jasa pengantaran surat menyurat hingga administrasi jalur udara.

Demi pengembangan perusahaan yang digunakan lebih besar lebar, kenudian The Boeing Company pada 1920-an gencar memproduksi beberapa model pesawat terbang, pesawat tempur, hingga pesawat angkut. Mulanya Boeing fokus merakit lalu memproduksi jenis pesawat untuk pertempuran kemudian pengeboman guna memperkuat kekuatan militer Amerika Serikat di Perang Planet I serta II. Tahun 1933 Boeing mulai alami kebangkitan dengan menciptakan pesawat paling modern yakni Boeing 247.

Pesawat yang dimaksud dapat menampung banyak penumpang dengan mesin ganda juga mampu terbang dengan satu mesin saja. Layanan komersial secara massal Boeing mengungkap pasca melakukan kesepakatan dengan Pan America World Airways dengan rute lintas samudera. Maka terhitung pada 1934 Boeing untuk kali pertama melakukan perjalanan reguler dari Amerika Serikat ke Inggris. Dari sana kepercayaan diri lapangan usaha dirgantara ini mulai terpupuk serta gencar melakukan inovasi.

Boeing mencapai kejayaan saat meluncurkan model pesawat Boeing 737 pada 17 Januari 1967. Bahkan dalam awal pembuatannya sudah ada 17 maskapai yang dimaksud memesan lantaran kuat lalu andal, Boeing 737 dikatakan model tersukses serta mencapai jualan terlaris di bumi pada tahun 1987. Tidak lama muncul pesaing The Boeing Company dengan adanya Airbus yang mana memasarkan hasil pesawat tambahan banyak. Bukannya kian meningkatkan kualitasnya Boeing terus downgrade hingga pada 1997 perusahaannya bergabung dengan perusahaan milik McDonnel Douglas yang dimaksud merupakan rivalnya.

McDonnel Douglas sejumlah mengubah aturan perusahaan Boeing dikarenakan belaka mementingkan hambatan keuangan. Alhasil manajemen hingga permasalahan teknis pesawat disinyalir bermetamorfosis menjadi salah satu asal-mula kecelakaan pesawat, hingga puncaknya pada 2024 ini telah 4 kali secara beruntun Boeing terlibat insiden kecelakaan. Perkembangan terbaru, Departemen Kehakiman Amerika Serikat menuntut Boeing secara pidana menghadapi kecelakaan fatal yang mana melibatkan jet 737 MAX pada 2021 lalu. 

pada Januari 2024 Lembaga Aviasi Federal (FAA) turun tangan dengan mengeluarkan titah memberhentikan perizinan terbang pesawat Boeing.

Namun, seiring berjalannya waktu, pesawat Boeing terlibat beberapa jumlah tindakan hukum kecelakaan yang dimaksud sebabbya diklaim  lantaran human error. Dilansir dari bervariasi sumber, inilah 5 insiden kecelakaan pesawat Boeing yang tersebut populer:

1. Bandara Tenerife (1977)

Dikutip dari Britannica, kecelakaan dua pesawat Boeing 747 berlangsung di dalam darat tepatnya ketika melakukan landasan pada tanggal 27 Maret 1977 lalu. Kedua pesawat yang disebutkan sebenarnya dilandaskan dalam Las Palmas, nahasnya akibat ada indikasi aktivitas teroris maka dialihkan ke Bandara Tenerife. Kejadian mengerikan muncul ketika kedua pesawat Boeing itu saling bertebrakan hingga menghancurkan badan pesawat tanpa izin yang dimaksud memadai. Sebanyak 580 penderita jiwa direnggut di kecelakaan darat tersebut.

2. Japan Airlines Flight 123 (1985)

Bisa dikatakan kecelakaan pesawat Japan Airlines Flight 123 pada tahun 1985 adalah kecelakaan Boeing paling mematikan sepanjang sejarah. Dilansir dari businessinsider.com, pada ketika itu Japan Airlines berada dalam menempuh perjalanan sekitar 12 menit dari Bandara Haneda ke Osaka. Tiba-tiba belaka bagian badan belakang pesawat alami ledakan hingga mengacaukan kendali pilot serta memutus sistem hindrolik mesin. Pesawat terkatung di udara selama 30 menit sebelum akhirnya jatuh serta menewaskan 505 penumpang juga 15 awak pesawat.

3. Tanah Melayu Airlines Penerbangan MH370 (2014)

Hilang hingga 10 dekade, bangkai pesawat Tanah Melayu Airlines MH370 hingga detik ini belum menemukan titik terangnya. Pesawat yang tersebut mengangkut 239 penumpang ini dinyatakan hilang pada 8 Maret 2014 setelah itu pasca 39 menit lepas landas dari Kuala Lumpur. Dinukil dari apnews.com, hingga ketika ini belum diketahui secara pasti apa yang mana menciptakan pesawat Malaya MH370 alami hilang kontak. Ada yang digunakan mengatakan oleh sebab itu diretas, hilangnya oksigen pada kabin, hingga terjadinya korsleting listrik.

4. Lion Air di Perairan Karawang (2018)

Lion Air yang digunakan menggunakan jenis pesawat Boeing 737 MAX pada 2018 setelah itu alami insiden kecelakaan untuk rute DKI Jakarta – Pangkalpinang. Tidak ada individu yang terjebak yang tersebut selamat pada insiden nahas tersebut, 181 penumpang lalu 8 kru pesawat dinyatakan meninggal bola pasca enam menit lepas landas dari Bandara Soekarno – Hatta. Akibat kejadian pesawat jatuh tersebut, Amerika Serikat pun melakukan investigasi hingga ditemukan gangguan pada kendali pesawat, indikator ketinggian, hingga kecepatan. Dan penyelidikan yang dimaksud menciptakan David Calhoun selaku direktur utama The Boeing Company mengundurkan diri dari posisinya.

5. Latam Airlines (2024)

Latam Airlines Boeing 787 diberitakan jatuh pada 11 Maret 2024 lalu, pesawat yang disebutkan hendak menuju Auckland dari Sydney. Pesawat alami goncangan yang dimaksud menghasilkan 50 warga luka-luka dari 263 penumpang. Hal ini berubah menjadi catatan tambahan untuk Boeing setelahnya 3 kecelakaan lain berturut-turut terjadi dalam paruh awal tahun 2024 ini. Kini Boeing terancam mendapat tuntutan pidana hingga biaya kerugian yang dimaksud harus dipikul.

Pilihan Editor: Buntut Dua Kecelakaan Fatal, Amerika Serikat akan Tuntut Boeing Secara Pidana 

Artikel ini disadur dari Perjalanan Boeing, Pernah Jadi Pesawat Paling Laris Hingga Terlibat Sejumlah Kecelakaan

Related Articles

Back to top button