Profil Marsma Sulastri Baso, Wara yang dimaksud Berhasil Raih Pangkat Perwira Tinggi TNI AU

JAKARTA – Marsma TNI (Purn) Sulastri Baso merupakan salah satu Wanita Angkatan Atmosfer (Wara) yang mana berhasil menyandang pangkat Perwira Tinggi (Pati) TNI AU .
Sulastri tercatat mendapatkan pangkat jenderal bintang 1 di dalam tahun 2013 tepatnya sebelum pensiun tahun 2014.
Diangkatnya Sulastri menjadi Marsekal Pertama membuatnya jadi Wara ke-7 yang digunakan sukses mencapai level Pati TNI AU.
Profil Marsma Sulastri Baso
Sulastri Baso lahir dalam Makassar, Sulawesi Selatan. Dia memulai karier pada dunia militer sebagai Bintara Wara Sekolah Bintara Angkatan VI tahun 1979.
Ketertarikannya di tempat dunia militer sebenarnya tidaklah sengaja. Putri pasangan Baso lalu Sabaria ini dimulai ketika ia membaca lalu meninjau gambar individu Wara yang mana ada di tempat selembaran.
Pada masa awal kariernya pada militer, Sulastri menduduki beberapa jabatan hingga dilantik menjadi Penerbang TNI Angkatan Lingkungan dengan penerbang pria lainnya pada 2 Maret 1982 oleh Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi.
Ketika itu, Sulastri mengambil spesialisasi pesawat angkut militer pasca lulus Sulastri secara langsung memegang kendali pesawat angkut VIP di tempat Skadron Atmosfer 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Ibukota Timur.
Dalam riwayat kariernya, beliau juga pernah menjadi Kasiops Skadud 31 Wing I Lanud Halim Perdanakusuma, Kasilatsat Subditlatva Silatsat Ditopslatau, juga Pabandarenlatsat Pabandyalatsat Paban III/Lat.
Kemudian, Sulastro juga pernah mengemban beberapa sikap strategis yakni Pabandya Dukops Koopsau I, Danlanud Sam Ratulangi, Aspers Kosek Hanudnas II Makassar, dan juga Dostun Gol IV Seskoau.
Puncak kariernya pada tahun 2013 ketika diangkat menjadi Dirjian Air Power Seskoau. Dari sikap itulah dirinya mendapatkan pangkat Marsekal Pertama TNI AU.
Sepanjang kariernya, Sulastri sudah pernah beberapa kali meraih penghargaan, mulai dari Brevet Penerbang Kelas I TNI AU, Bintang Yudha Dharma Nararya, hingga sebagian penghargaan Satyalancana.




