Waspada Tindak Kejahatan Siber Modus Wifi Gratis

JAKARTA – Badan Siber juga Sandi Negara ( BSSN ) mengatakan selama 2022 terjadi peningkatan perkara serangan siber terhadap pengguna yang tersebut terhubung jaringan wifi publik. Fakta Global Web Index menyampaikan lebih besar dari 60% pengguna internet pada Indonesia mengakses internet melalui wifi umum setiap hari.
Hal ini meningkatkan prospek ancaman terhadap privasi data yang digunakan sensitif untuk tersebar atau dicuri seperti informasi perbankan, kata sandi hingga komunikasi pribadi.
Demi menghindari tindakan kejahatan yang tersebut menggunakan wifi umum, Kementerian Komunikasi lalu Informatika (Kemenkominfo) melalui webinar Obral Obrol Literasi Digital (OOTD) bertajuk “Tetap Terhubung, Tetap Aman: Waspada Wifi Umum” mengingatkan rakyat untuk masih waspada di menggunakan jaringan internet.
Kominfo memohonkan rakyat agar bijak di memanfaatkan teknologi teristimewa ketika berkegiatan dalam dunia digital di dalam hidup sehari-hari. Dengan tingginya literasi digital di area Indonesia dipercaya akan secara otomatis menurunkan risiko aksi kejahatan siber di tempat dunia digital.
Sekretaris Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Dunia Maya Indonesia (APJII) Zulfadly Syam mengatakan, koneksi wifi gratis sangat berisiko terhadap tindakan kejahatan sebab pengguna wifi yang dimaksud tiada mengetahui provider jaringan wifi yang mereka itu gunakan.
“Kalau jaringan pribadi atau personal, kita tahu kita akan terkoneksi dengan provider apa. Tapi kalau free wifi terkadang kita bukan memeriksa wifi itu diprovide oleh siapa,” ujarnya, Hari Sabtu (14/9/2024).
Koordinator Divisi Penelitian & Analisis Kebijakan Siberkreasi Loina Lalolo Krina Perangin-angin menambahkan perbuatan kejahatan bermodus wifi gratis memang sebenarnya telah didesain oleh pelakunya. Iming-iming jaringan internet secara cuma-cuma dianggap menjadi kesempatan untuk melakukan aktivitas kejahatan.
“Sering kali sudah ada didesain oleh yang tersebut punya niat jahat. Sementara kita dengan polosnya kita masuk dalam di dunia digital kita merasa bahwa semua orang baik-baik saja,” ujar Loina.
Direktur Eksekutif ICT Watch Indriyatno Banyumurti mengimbau agar publik menjaga data pribadi dalam dunia digital agar tetap saja aman. Indriyatno mengumumkan perangkat lunak autothenticator sanggup menjadi sarana upaya pencegahan aksi kejahatan peretasan data pribadi yang paling optimal.
Karena di aplikasi mobile tersebut, pengguna internet akan mendapat kode yang digunakan berganti-ganti jikalau ada seseorang yang mana hendak mengakses data pribadinya.
“Untuk mengantisipasi peretasan data kita bisa saja menggunakan program autohenticator. Aplikasi ini menyediakan kode one time pasword yang akan berganti-ganti per 30 detik atau satu menit. Cara ini paling optimal untuk menghindari kejahatan siber khususnya peretasan data,” ujar Indiryatno.






