Melanie Subono Soroti Fenomena Artis Maju Pilkada: Bisa Apa Sih?

JAKARTA – Keterlibatan para artis pada kontestasi Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) 2024 menjadi fenomena yang dimaksud menarik. Mereka lebih tinggi memilih mengorbankan dunia keartisannya demi mengabdi untuk masyarakat.
Seperti halnya Ronal Surapradja yang dimaksud dicalonkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Barat. Kemudian ada Gita KDI yang mana juga dicalonkan PKB menjadi Cawagub Jabar. Lalu, ada nama Muhammad Farhan yang digunakan forward sebagai Cawalkot Bandung, juga Hengky Kurniawan kemudian Gilang Dirga yang digunakan forward dalam Pilbup Bandung Barat.
Menanggapi fenomena ini, aktivis Melanie Subono mengaku bukan peduli dengan banyaknya artis yang progresif sebagai calon kepala daerah.
“Sebetulnya aku nggak peduli mau artis, mau pejabat, mau apa pun, tapi apakah loe bisa saja menjalankan amanah rakyat, itu kan yang digunakan sebetulnya,” kata Melanie pada waktu hadir pada acara ‘Artis “Nyalon” Pilkada, Bisa Apa?’ di dalam iNews, Kamis (12/9/2024).
Melanie mengakui kepiawaian para artis ini di bertutur kata memang sebenarnya sangat andal. Tak heran berbagai publik yang tersebut terbuai dengan janji-janji politiknya.
“Selain mereka itu (artis) mempunyai popularitas, mendengarkan mereka menjawab atau menjelaskan sesuatu itu tuh emang lebih tinggi enak ya. Jawabannya keliatan normatif tapi di dalam jawabannya dengan hafalan yang tersebut lebih tinggi cair sebab biasa jadi MC, nyanyi,” katanya.
Melanie memandang, para artis ini sudah ada di-setting pada menyampaikan acara atau visi misinya oleh partai pengusung. “Tadi diajak ke di sini tuh udah mikir kan ‘apa yang digunakan mau ditanyain’ cuman aku berpikir ‘pasti dia udah punya program, udah dikasih briefing, segala macam’. Tapi kalau hari ini aku disuruh nanya, cuman pengen nanya satu hal aja sih sesuai judul ‘bisa apa sih?'” katanya.
Sehingga, kata Melanie, jawaban para artis ini pun terlihat sangat normatif. “Yang bukanlah jawaban normatif, bukanlah briefingan, tapi yang dimaksud kongkret, bukanlah visi misi itu ngafalnya cepet deh, aku yakin temen-temen seniman ngafal gituan cepet,” tandasnya.





