OJK Akan Terbitkan Aturan Kemudahan Akses Kredit Bagi UMKM

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan akan menerbitkan Peraturan OJK pada memberikan kredit atau pembiayaan bagi UMKM. Hal ini mengingat bank menggunakan credit scoring untuk menyalurkan pembiayaan.
Kepala Eksekutif Pengawas Bank OJK Dian Ediana Rae mengatakan, perbankan ketika ini punya alternatif pemanfaatan Innovative Credit Scoring (ICS) untuk menilai calon debitur.
“Ke depan, OJK akan menerbitkan POJK tentang Kemudahan Akses Modal bagi UMKM yang mana diantaranya membuka kesempatan pemanfaatan ICS di melakukan penilaian kelayakan kredit/pembiayaan terhadap UMKM,” kata Dian pada jawaban tertoreh RDKB OJK, Hari Sabtu (14/9/2024).
Selain itu, menurut Dian, lembaga jasa keuangan dapat menetapkan kebijakan khusus di melakukan analisis kelayakan terhadap calon debitur UMKM, sehingga diharapkan dapat menyokong pembiayaan terhadap UMKM secara lebih lanjut optimal.
Adapun pada memberikan kredit atau pembiayaan, bank menilai beberapa aspek berdasarkan pedoman penyusunan kebijakan perkreditan yang mana diatur di POJK No.42/2017 tentang PPKPB (bagi bank umum).
Credit scoring merupakan salah satu tools yang tersebut dapat digunakan oleh bank untuk menilai kelayakan calon debitur pada menerima kredit/pembiayaan.
Pada umumnya, data yang tersebut digunakan oleh Bank pada menilai kelayakan calon debitur melalui credit scoring, salah satunya bersumber dari SLIK.
Namun demikian, kata Dian, bank juga dapat menggunakan data-data alternatif lainnya untuk melengkapi penilaian.
Pemanfaatan ICS merupakan alternatif bagi Bank untuk melakukan penilaian calon debitur dengan memperhatikan risk appetite sebagai langkah mitigasi risiko bagi penyaluran kredit/pembiayaan untuk UMKM.
Selain itu, bank harus melakukan asesmen secara berkala (kaji ulang) untuk melakukan konfirmasi model oleh ICS yang digunakan digunakan menciptakan predictive value yang dimaksud akurat serta dapat diandalkan.





